Senin, 08 September 2014

tentang karbo

Karburator - Fungsi - Cara Kerja


Dalam artikel ini kita hanya akan membahas system, fungsi dan cara kerja karburator bukan membahas tentang system injeksi, dan cara cara mengatasi nanti pada artikel berikutnya saya akan mencoba untuk membahasnya.

Gambar Karburator

Pengertian karburator


Karburator menjadi alat yang vital bagi sepeda motor ataupun mobil, hampir seluruh sepeda motor atau mobil memakai karburator. Walaupun sekarang ini sudah banyak sepeda motor maupun mobil mengganti karburator dengan system injeksi yang secara otomatis menyemprot bahan bakar lebih baik ketimbang karburator karena system injeksi membuat sepeda motor menjadi irit dan lebih sempurna.

 
Cara Kerja sistem Injeksi

Untuk bisa mendapatkan hasil yang maksimal pada system kerja karburator maka membutuhkan penyetelan yang akurat, serta pengertian yang dalam bagi yang memperbaikinya karena jika hanya mengandalkan bongkar dan pasang saja, anak kecil yang tidak bisa apa-apa pun mampu melakukannya.

Dari itu, kita harus mengetahui detail dari arti karburator itu sendiri. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal pada mesin sepeda motor, maka karburator harus bisa menghasilkan pengabutan yang pas.

Agar bisa menghasilkan pembakaran yang sempurna sebuah mesin membutuhkan pencampuran bensin dan udara sebanyak 1:12 hingga 18 tergantung jenis mesin yang berarti bensin berjumlah 1 gram bercampur dengan udara sebanyak 12 hingga 18 gram. Namun pada normalnya harus bisa menghasilkan perbandingan 1 banding 15.

Jika campuran bahan bakar ini tidak sebanding akan menghasilkan mesin yang tidak sempurna. Berikut ilustrasinya :

Ilustrasi  cara kerja karburator

Apabila perbandingan campuran bensin dan udara 1 banding 16 sampai 20 apalagi lebih hal ini berarti campurannya miskin dan ini bisa ber4akibat mesin cepat panas dan tenaga mesin bekurang, namun jika perbandingannya 1 banding 10 sampai 14 keatas maka campurannya kaya. Ini berakibat mesin boros, knalpot mengeluarkan asap kelabu kehitaman dan kadang perih di mata di akibatkan banyak bensin yang terbuang percuma tanpa mengalami proses pembakaran.

Nama komponen karburator, fungsi serta cara kerjanya

Didalam karburator terdapat isinya yang biasa di sebut spuyer karburator, kali ini saya mencoba membahas fungsi dan cara kerja komponen tersebut.
Gambar Penampang Karburator

buka empat baut utama pada mangkok karburator dan akan terlihat pelampung dan jarumnya yang biasa di sebut juga jarum karburator, cara membukanya adalah dengan melepaskan pin pada pelampung tersebut.
setelah itu buka spuyer yang berwarna kuning besar menggunakan obeng plat atau tang, ini yang di sebut main jet. dan sebelahnya spuyer kecil yang namanya Pilot Jet.

Karburator - Fungsi Main Jet                                                                            

Bentuk dari spuyer ini gemuk dan pendek, tugasnya mengatur jumlah debit bahan bakar saat mesin bekerja pada putaran tinggi atau saat di atas rpm 5000/6000. tapi ini juga di dukung atau pilot jet yang membantu saat putaran rendah. 

Gambar Spuyer Main Jet

Main Jet ini dilengkapi juga dengan lubang lubang kecil yang berfungsi untuk pengabutan dan mengandalkan udara dari luar atau dari boks saringan udara / filter udara karburator secara langsung karena tidak melalui air screw / baut setelan angin (bahasa bengkel umum)


Bentuknya kecil dan panjang dan juga mempunyai lubang-lubang kecil seperti seruling, spuyer ini akan bereaksi di saat menerima hawa dari sekrup udara. 

Gambar Pilot Jet
Pilot Jet bekerja maksimal pada putaran rendah, jadi untuk hidupnya mesin pada awalnya akan sangat tergantung pada spuyer Pilot Jet ini.


Tugas serta fungsi Jarum Pelampung dan pelampung yang terletak pada mangkuk karburator ini adalah sebagai pengatur jumlah bahan bakar dalam mangkuk karburator, 



tugas jarum pelampung untuk menutupi saluran bensin pada lobang saluran masuk ke mangkuk karburator dari tangki bahan bakar.sedangkan pelampung tugasnya menakar jumlah bahan bakar yang di butuhkan pada mangkuk karburator.
 
Cara kerja pelampung dan jarum karburator

Cara Kerja nya jarum dan pelampung karburator ini adalah di  saat bensin mengalir dari tangki bensin melewati jarum karburator, disaat jumlah takaran bensin di mangkuk karburator sudah mencukupi di saat itu pelampung karburator langsung terangkat atau mengambang, bersamaan itu mendorong jarum karburator, hingga menyumbat lobang dari saluran masuk tersebut.

Air Screw 

Fungsi dari air screw  bertugas untuk mengatur debit udara yang akan bercampur dengan bensin dalam karburator.
Gambar Air Screw

Katup Atau Cuk Karburator

katup atau cuk karburator ini berfungsi untuk memancing awal pembakaran dengan jalan menutup jalur masuk udara hingga pembakaran akan menjadi kaya yang mengakibatkan saat menghidupkan mesin akan lebih mudah.
 Gambar cuk dan cara kerjanya
Nedle Jet :

   Gambar Nedle jet

 Jet Nedle / Jarum Skep:
Gambar Jet Nadle/ Jarum Skep


   Cara kerja nedle jet dan jet nedle

Skep Karburator

 
Skep karburator atau selongsong karburator

Per Skep Karburator

Gambar per karburator Dan Perangkat Bagian Skep

komponen sepeda drag

  • Sumber : - | Author : KompasOtomotif
    berbagai jenis modifikasi motor drag siap besut
  • Sumber : - | Author : KompasOtomotif
    Sasis dan mesin menjadi poin utama agar motor kencang.
  • Sumber : - | Author : KompasOtomotif
    berbagai jenis modifikasi motor drag siap besut
Jakarta, KompasOtomotif – Drag bike yang sedang ngetren dan banyak wadah untuk balapan, membuat penyuka kecepatan dan bengkel ingin berpartisipasi. Kenyataannya, drag bike tidak hanya dipakai untuk balap, juga sekadar penampilan sehari-hari. Alhasil, sepeda motor standar pun siap berubah wujud jadi lebih kerempeng, ciri khas sepeda motor kencang itu.

Menurut Harri Novrian, pemilik bengkel drag bike di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, spesifikasi drag bike di Indonesia termasuk minimalis. Tidak perlu canggih seperti di luar negeri. ”Kalo boleh dibilang, sepeda motor diubah seringan mungkin. Bagian yang ntidak penting, dibuang saja supaya nggak nambah beban,” jelasnya.

Sederhananya, untuk mengubah sepeda motor menjadi model drag bike, bisa dilakukan dengan beberapa langkah. Pertama,sasis!  Bila dirasa tidak sesuai dan kurang ringan, bisa diganti dengan yang baru. Inilah salah satu yang menghabiskan biaya. Kalau versi impor dari Jepang, sasis drag bike bisa mencapai Rp 10-25 juta.

Untuk kaki-kaki, pilihlah sokbreker yang sesuai dengan ukuran sepeda motor. Ukuran ban juga disesuaikan, yaitu  50/90 untuk depan,dan 60/80 buat bagian belakang.Diameter pelek harus diperkecil, karena berhubungan dengan mesin yang akan di-bore up.

”Hitungannya berbeda kalau diameter ban nggak cocok. Semakin besar kapasitas, diameter ban diperkecil karena harus menggunakan perbandingan gigi yang tepat,"  terang Harri.

Agar bertenaga, mesin wajib dioprek. Penggantian biasanya dilakukan pada noken as, piston, karburator, kabel busi dan beberapa komponen lain dengan spesifikasi balap. Memperbesar langkah dan diameter piston (termasuk silinder) serta  perbandingan transmisi. Tak kalah penting.  perrbandingan gigi akhir merupakan faktor penting untuk meningkatkan performa.
Setelah bodi ringan, kaki-kaki oke, dan mesin  gahar, selanjutnya adalah settingan sepeda motor sesuai bodi dan gaya si penunggang. Misalnya dengan pemakaian setang jepit, pijakan kaki baru, hingga jok datar dan tanpa tambahan busa (jadi tidak nyaman).

Menurut Harri, kemungkinan biaya akan berada di kisaran Rp 3-5 juta untuk yang murah, dan Rp 5-20 juta untuk spesifikasi heboh. ”Kalau ingin murah ,modif  sepeda motor matik saja. Pasalnya,  tidak perlu repot mengganti  gigi-gigi transmisi  yang mahal. Cukup  mempeerbesar diameter silinder dan memperpanjang langkah",” ujarnya.

Untuk tampilan, bisa disesuaikan dengan selera. Selanjutnya, drag bike versi rumahan pun siap dibesut, asal dipakai di wadah yang benar dan tidak lupa mengutamakana keselamatan. 

rahasia motor

noken as racing

Kuncian dari sebuah noken as atau camshaft adalah bubungan / Nok / Lobe yang dimilikinya. Ketika noken as berputar, tonjolan ini menonjok klep untuk terbuka dan menutup sesuai dengan gerakan piston. Ini bukti bahwa ada hubungan langsung antara bentuk dari sebuah noken as dan cara mesin menampilkan performa pada rentang kecepatan berbeda.

Untuk memahami kasus ini, bayangkan kita sedang menjalankan mesin dengan sangat pelan — 10 atau 20 RPM — sehingga piston memiliki beberapa detik untuk menyelesaikan siklusnya. Namun sangat tidak mungkin menjalankan mesin normal sepelan ini, namun bayangkan seandainya saja kita bisa. Dengan kecepatan serendah ini, kita menginginkan bentuk tonjolan noken as sebagaimana :

* Seketika piston bergerak turun pada langkah hisap , klep intake terbuka. Dan menutup saat piston di TMB.
* Klep buang terbuka saat piston TMB pada akhir langkah ekspansi, dan menutup saat akhir langkah buang.

Setelan ini sangat cocok untuk mesin yang bergerak sangat lambat. Namun apa yang terjadi ketika kamu meningkatkan RPM? Mari kita cari tahu!

Ketika kamu menaikkan RPM menjadi 4,000 RPM saja, klep terbuka dan tertutup 2,000 kali setiap menit, atau 33 kali setiap detik. Padahal RPM ini masih kita anggap rendah bukan? Bagi kita penggemar kecepatan, untuk meningkatkan adrenalin biasanya kita suka menggeber hingga diatas 8,000 RPM, dan bayangkan bahwasanya klep terbuka dan menutup lebih dari 60 kali setiap detik!! Bahkan kedipan mata kita saja tidak dapat secepat itu. Kemudian bagaimana mesin balap dapat memenuhi asupan campuran udara/bahan-bakar ke dalam mesin, dan membuang gas sisa pembakaran saat kecepatan tinggi hingga mesin teriak 12,000 RPM lebih?! Wow, pada kecepatan ini, piston bergerak naik turun di dalam silinder begitu cepatnya, pula campuran udara/bahan-bakar merasuk begitu cepat ke dalam silinder.



Ketika klep intake terbuka dan piston memulai langkah hisap, campuran udara/bahan-bakar dalam porting mulai berakselerasi ke dalam silinder. Seketika piston mencapai bawah pada langkah hisap, campuran udara/bahan-bakar bergerak pada kecepatan tinggi. Jika kita begitu saja menutup klep intake pada saat ini, keseluruhan udara/bahan bakar akan terhenti dan tidak memasuki silinder. Dengan membiarkan klep tetap terbuka sedikit lebih lama, inersia ( momentum ) kecepatan gas campuran udara/bahan-bakar akan tetap mendorong asupan ini masuk kedalam silinder meski piston telah memulai awal langkah Kompresi. Kita juga menginginkan klep terbuka lebar saat kecepatan tinggi — parameter ini disebut Lift Klep, yang diatur dari profil tonjolan noken as.

Oleh karenanya, setiap detail spesifikasi tertentu, dimanfaatkan sang tuner untuk mendesain noken as khusus untuk mesin tersebut dan tujuan dibangunnya mesin tersebut. Bagaimana kekurangan sebuah mesin, dapat dipacu dari jantungnya, pengatur detak dan ritme daya laju sebuah mesin tentu saja dari noken as. Menggerinda noken as jauh lebih efektif dan efisien untuk mengatur ritme durasi dan lift asalkan dilakukan dengan benar oleh tuner yang berpengalaman di bidangnya.



SETIAP NOKEN AS HANYA AKAN SEMPURNA PADA SEBUAH RENTANG KECEPATAN MESIN TERTENTU! Pada rentang tenaga tertentu, mesin tidak akan menghasilkan performa pada potensinya secara penuh. Tentu tidak optimal menggunakan noken as standard bawaan motor ketika mesin sudah dimodifikasi sedemikian rupa untuk dipacu pada kompetisi balap. Sebagaimana kita tidak dapat mengaplikasi noken as dengan spesifikasi untuk Kompetisi balap pada mesin motor standard yang dipakai harian, selain boros konsumsi BBM juga berpotensi merusak mesin. Tentu Noken as Street Performance yang bermain di 270 derajat dan lobe lift tidak terlampau jauh dari bawaan asli motor, sangat cocok untuk mesin standard ataupun dengan ubahan minimalis, sedikit mengatrol tenaga atas tanpa harus kehilangan torsi di putaran bawah sehingga konsumsi BBM masih bisa ditoleransi.